Archive for 2010

Tak Padam Meski Dibenam

Catatan sepuluh tahun pengasingan dan pembuangan

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan yang dipenjara di pulau Buru, 
menyelesaikan karya-karyanya dengan sebuah mesin tik tua pada masa penahanannya. 
(Sindhunata/KOMPAS)


Selama hampir seharian, ratusan tahanan politik itu dijemur di pelabuhan Sodong, Nusa Kambangan. Di pelabuhan tersebut, mereka sedang menunggu kapal yang akan membawa mereka ke pulau Buru, Maluku. Sebuah pulau yang akan menjadi tempat pengasingan bagi mereka.
Selagi menunggu kapal, beberapa tahanan beramai-ramai memakan daun bluntas mentah yang terletak pada sejalur pagar bluntas di dekat barisannya. Daun yang dipenuhi oleh debu jalanan ini tak sempat dicuci, andaikata sempat pun, mereka akan kena pukul terlebih dulu sebelum sempat meninggalkan barisan. Salah satu tahanan pemakan daun bluntas tersebut bernama Pramoedya Ananta Toer.
Pria yang saat itu berusia 44 tahun ini menceritakan bagaimana para tahanan melawan kelaparan. Sebagian memakan tikus kakus yang gemuk dan besar. Lainnya memakan bonggol pepaya ataupun pisang mentah-mentah. Adapula yang memakan lintah darat. Bahkan, ada seorang tahanan yang menelan cicak mentah-mentah. “Keberanian menantang kelaparan adalah kepahlawanan tersendiri,” ungkap Pramoedya dalam bukunya ini.

Dari Tirtohadisoerja Hingga Nelson Mandela


Sejarah Indonesia Dari Kaca Mata Seorang Wartawan


Nikita Khrushchev dan Sukarno di Bali, Indonesia. 1 Februari 1960. 
(John Dominis/Time & Life Pictures)

Pada awal tahun 1960, Perdana Menteri (PM) Rusia, Nikita Khruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Ia adalah seorang PM yang menurut bahasa Rosihan Anwar, merupakan seorang diktator yang ingin populer. “Tabiatnya lain dari Stalin yang mengunci dirinya dalam Kremlin dan pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan fatwa dengan akibat fatal berupa hilangnya nyawa musuh-musuhnya.”
Cerita di atas merupakan satu dari beberapa cerita yang dikisahkan Rosihan Anwar dalam buku Sejarah Kecil (Petite Historie) Indonesia. Saat itu, Rosihan Anwar berusia 38 tahun. Sebagai Pemimpin Redaksi harian Pedoman, ia menceritakan pengalamannya mengkuti perjalanan Kruschev selama 10 hari di Indonesia. Perjalanan itu diikuti oleh 11 wartawan Indonesia dan 77 wartawan asing, termasuk Rosihan Anwar sendiri.
Seluk beluk perjalanan Kruschev ini diceritakan Rosihan Anwar dengan menarik. Mulai dari sikap wartawan Rusia yang tertutup, hingga kesibukan awak pesawat Garuda Indonesia Airlines yang melayani perjalan Kruschev dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Ambon pergi-pulang.

Memahami Akar Kekerasan Massa

Manusia-manusia yang secara buta menempatkan diri di  dalam kolektif sudah… memadamkan diri mereka sebagai makhluk yang menentukan diri. (T.W. Adorno)

James Nachtwey

Massa, terror dan trauma adalah pengalaman-pengalaman negatif yang selalu membayangi Indonesia. Pembantaian etnis Cina di Batavia pada tahun 1740, pembantaian 1965, kerusuhan Mei 1998, hingga pembantaian etnis Madura di Sampit pada tahun 2001. Pengalaman-pengalaman tersebut telah dilalui oleh negara ini. Namun, ancaman akan terjadinya hal serupa di masa mendatang semakin besar seiring dengan proses globalisasi pasar. Proses ini siap mengorbankan mereka yang tersingkir menjadi massa dalam pertentangan-pertentangan ekonomis, politis, ideologis ataupun agama.
Massa tidak dipahami sebagai sekumpulan orang pada suatu tempat dan waktu semata. Namun massa dipahami sebagai aksi-aksi dari sekumpulan orang yang melampaui batas-batas institusional. Mereka dianggap sebagai massa ketika aksi-aksinya mengabaikan norma-norma sosial yang berlaku dalam situasi sehari-hari. Massa dalam arti ini selalu berkaitan dengan situasi khusus, yaitu keadaan yang abnormal.
            Dalam buku ini, negativitas tidak dipahami sebagai sikap ataupun perilaku. Namun, negativitas dipahami sebagai sesuatu yang memungkinkan sikap atau perilaku itu muncul.  Destruksi adalah ekspresi fenomenal dari negativitas, ia adalah fakta. Namun negativitas melampaui fakta, karena ia berada di ranah metafisis sebagai conditio humana atau kondisi manusia.